Sunday, October 10, 2010

TIPS kuranngkan kemarahann

wahh,, ade tips laa.. ni yang bes ni.. dalam ISlam pn kta dituntut supaya mengawal sifat marah.. sbb mrh ni adlah daripada syaitan,,, hmm

Berikut tips cara menghilangkan rasa marah menurut hadist
1. Bacalah ta`awudz (Audzubillahi minasy syaithani rrajiim). Bacaan ini yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW ketika dua orang di sisi Nabi saling mencela. Sabda Nabi, "Sesungguhnya aku akan ajarkan suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilang apa yang ada padanya. Iaitu sekiranya dia mengucapkan,: Audzubillahi minasy Syaithanirrajiim."


2. Jika ucapan ta`awudz belum juga menghilangkan marah, posisikan tubuh kita menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Misalnya, jika amarah datang sementara kita sedang berdiri, maka duduklah. Atau jika sedang duduk, rebahkanlah tubuh.

3. Diam atau tidak berbicara. Cara ini sangat berkesan untuk mengawal amarah. Berbicara ketika marah s

angat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Apalagi jika diucapkan oleh seorang suami, bisa merupakan suatu keputusan mutlak. Ucapan "saya talak kamu" merupakan sebuah kalimat yang sah, walaupun diucapkan dalam penuh emosi. Sementara bagi istri, ucapan dalam kemarahan memang tidak memberikan konsekuensi sebesar itu, tetapi tetap menimbulkan dosa. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad disebutkan, "Apabila di antara kalian marah, diamlah". Kalimat ini diucapkan Nabi Muhammad hingga tiga kali.

4. Berwudu. Karena marah adalah api, yang bisa melawannya hanya air. "Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan itu diciptakan dari api, dan api itu diredam dengan air maka apabila di antara kalian marah, berwudulah" (H.R. Ahmad)

.








5. Ingin lebih tenang lagi? Lanjutkan dengan salat Syukrul Wudhu sebanyak dua rakaat. Salat ini bisa dilakukan kapan saja, kecuali pada saat yang diharamkan, yaitu seusai Isya dan Magrib atau seusai Subuh dan Duha ( saat terbenam dan terbit matahari).


6. Selain empat hal tersebut, seorang suami bisa melakukan cooling down dengan mendiamkan istrinya atau pisah kamar sementara. Tentang waktunya tidak ditentukan. Hal ini terutama untuk istri yang melakukan nuzus atau durhaka pada suami. Suami juga boleh memukul jika isteri tetap derhaka, namun dengan syarat yang dibenarkan, iaitu tidak di wajah dan tidak menyebabkan cacat. Yakni pukulan yang amat perlahan yang merupakan sekadar peringatan.


7. . Saat kemarahan datang ingatlah jasa pasangan kita dan lupakan kesalahannya. Jangan sesekali mengingat jasa kita, tetapi ingatlah bahwa kita juga pernah berbuat kesalahan. Jika tips ini yang diterapkan dalam rumah tangga, insya Allah perbedaan pendapat hanya menjadi kemanisan dalam rumah tangga.

1 comment:

Penyuluh Perikanan said...

tips yang sangat bagus
senang sekali membaca postingan ini kawan, sangat menambah pengetahuan dan wawasan buat saya
terima kasih